merubah watak dasar seseorang itu sulit....

Laman

Selasa, 28 September 2010

new article....,,


“MARI BELAJAR BERSAMA DALAM MENGHADAPI MASALAH”

Dalam kehidupan pasti ada masa-masa berat , masa-masa yang begitu membuat hati kita merasa terkucil, terpencil dari peredaran kebahagiaan. Entah kita sedang ditempa musibah, entah menghadapi masalah yang pelik dan tentu saja banyak sekali faktor-faktor yang dapat membuat manusia itu merasa ada di roda bawah.  Keadaan seperti ini sangat wajar sekali  dialami oleh manusia, jadi jangan pernah berpikir bahwa hanya anda saja yang mengalaminya.
Sebenarnya saat inilah, saat dimana kita mendapat masalah adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan petualangan dalam mengenal diri kita, seberapa kuat kita menghadapi gempuran-gempuran dari luar maupun dalam, Seberapa pintar kita dalam menyelesaikan masalah ,  atau seberapa lihai kita dalam memecahkan masalah. Di masa-masa ini kita begitu diuji dalam mengendalikan emosi dan menyelesaikan pertentangan batin dengan pikiran yang jernih. Namun pada kenyataan justru di saat ini kita begitu terpaku pada kesalahan diri dan cenderung merasa putus asa atas apa yang telah terjadi. Sebenarnya itu semua takkan terjadi jika kita bersikap tenang dan berusaha langsung menuju pada inti pemasalahannya. Setelah kita berhasil menelaah penyebab inti permasalahan , coba bersikap tenang dan secara perlahan berusaha mencari jalan keluar yang tepat.
Namun sekali lagi , sikap seperti itu sulit sekali untuk mempraktekannya dalam kehidupan nyata. Faktor pertama penghambat itu semua adalah pertama, sikap cemas yang selalu melingkupi kita, perasaan ini begitu membelenggu kita , sehingga kita terjebak dalam kekhawatiran yang tak berujung tanpa memikirkan rencana kita untuk mengatasi masalah tersebut.
Kedua, rasa tidak percaya diri dalam diri kita . tidak percaya bahwa kita pasti dapat menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi . biasanya yang terjadi adalah kita malah menyalahkan dan menyiksa diri sendiri yang kita lontarkan melalui pikiran-pikiran negative yang membuat kita semakin jauh dari pemecahan masalah, dan parahnya itu semua justru mengarah ke permasalahan baru yang membuat kita semakin merasa tertekan dan tidak berdaya .
Ketiga, faktor tidak percaya diri yang telah disebutkan diatas, semakin membuat kita ingin menjauh dari permasalahan. Akibatnya, kita mencari proses-proses ‘instant’ yang tidak menguras tenaga serta pikiran kita. Jika kita sudah bersikap seperti ini petualangan dalam mengenal diri yang telah disebut diawal adalah hal yang tidak mungkin kita lakukan. Karena dalam batas ini, kita sudah tidak ingin lagi mencari, menggali potensi diri untuk mangatasi masalah. Bahkan mencoba memikirkannya pun kita sudah merasa tidak mampu.
Faktor berikutnya adalah malu untuk mengakui bahwa terkadang sumber masalah justru ada pada kita . faktor ‘keras hati’ inilah yang membuat kita menemukan jalan buntu dalam memecahkan masalah .
Dan masih banyak lagi faktor-faktor internal maupun eksternal yang membuaat kita semakin rendah diri. Faktor-faktor penghambat tersebut dapat kita minimalisir dengan berbagai cara, tentunya cara-cara ini tak bisa diterapkan dalam waktu yang sekejap.butuh proses untuk menjadi orang yang benar-benar dapat memandang masalah dengan pikiran jernih. Untuk itu cobalah melakukan penenangan diri dan pengendalian emosi.
Jadi pada intinya , yang harus kita lakukan adalah
1.       bersikap tenang dan bepikir jernuh
2.     meyakinkan diri bahwa semua masalah pasti memiliki jalan keluar
3.     selalu mencari solusi untuk jangka panjang ( jangan gegabah )
4.     menyadari kekurangan dan introspeksi diri
mungkin 4 langkah awal tersebut yang dapat kita lakukan untuk dapat menyikapi dan menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang indah dan menyenangkan.
Semua ini butuh ketelatenan dan sikap konsisten dalam menerapkannya, mungkin pada awalnya kita merasakan kesulitan . tapi jika kita sudah terlatih , tanpa terasa kita akan selalu menggunakan jalan-jalan yang terhormat dalam menyelesaikan masalah.

Jumat, 24 September 2010

aku ingin menjadi kupu-kupu

terkait kayu bertopang pada ranting
terikat iringan ombak yang belum kompak
ingin sekali jadi kupu-kupu
begitu bisa mengepakkan arah angin
menyusuri lautan biru yang dingin
kadang coba samudera yang telah menua

namun, sekarang hanya dapat terpaku pada pilu
pilu karena aku belumlah kupu-kupu

layaknya rantai yang belum terurai
di ikat terakhir, nanti juga takkan lunglai
metamorfosa takkan sempurna
bila kupu-kupu tak ada

Kamis, 23 September 2010

i Cant Say anything

I cant say anything
Bright in the right
Just like thousand of light
Amazing every sight
Sweet beauty and warm are in fight
Time slides
A gentle ocean
Fresh air
The wind is smashing
Its tranquility
Can you feel the rhythm?
Its something amazing to felt
It’s the earth

The earth is getting tight
Smiling whispering
LORD who has the right
Come in sudden
Bringing the color of golden the greatness of heaven
The bright red rose in the garden
Tenderly wake up the children
Singing and asking God
Who make the creation

bergolak dengan waktu

coba bersolek dengan pagi
menantang siang
terlamun pada malam

begitu seterusnya,
diaduk putaran waktu
lengah oleh butunhnya nurani

dipermainkan dunia, ditumpuk oleh masa
kadang ada lelah
memang terasa tertindas, dihimpit dengan sengaja

dimanakah rasa longgar itu ada
aku sedang mencari
suatu ruang yang tak buat mataku remang

-RAUL-
11 Agustus 2010
Pagi hari